Friday, January 15, 2010

Rumah Makan "Selera Kita"

Salah satu rumah makan yang sudah lama aku incar adalah rumah makan Aceh, yang menurut kabar enakkkkk dan tempatnya nyempil di stasiun juanda, jakarta pusat. namun beberapa kali ke stasiun Juanda, kesempatan itu nggak pernah datang. ke stasiun ya buat naik kereta ke depok atau sebaliknya.

**
tapi dimana ada niat,emang ada jalannya :) --kayak apa aja--
senin kemarin, habis wawancara PGN, kembali lagi ke stasiun Juanda. karena hari belum sore banget, iseng-iseng aku nyari rumah makan Aceh, yang menurut buku "Yuk makan enak di jabodetabek-nya Intisari" adanya ya dibawah stasiun Juanda itu. emang sih disitu banyak banget warung mulai warung makan,wartel,tempat beli voucher sampai bisnis jasa..segala macam pokoknya. namun dua kali muterin warung-warung itu kok masakan Acehnya nggak keliatan yak?

***
akhirnya aku putuskan bertanya !
hmmmm..bener saja, ada warung makan aceh disini. letaknya paling pojok ! jadi kalau masuk stasiun juanda dari arah seberang istiqlal, carilah warung paling pojoknya, nah disitulah ada plang kecil " Rumah makan selera kita (khas Aceh).

pas masuk, sekilas mirip warung padang (hampir saja aku nggak jadi makan --soalnya tadinya pikiranku ni warung kayaknya umumnya rumah makan aceh yang nyediain mulai dari mie aceh hingga roti cane :) eh,nggak taunya kok mirip RM Padang ya..

warungnya juga nggak gede.kalau aku itung palingan ada 15 meja. satu mejanya ada 4 kursi rata-rata. alias warung ini maksimal menampung 60 orang !
bener saja, modelnya mirip menu Padang. salah satunya ya karena ada rendah walaupun warnanya nggak mencolok kayak rendang Padang yang coklat itu. rendang aceh agak merah warnanya, merah cabe..

si pelayan menawarkan mau makan apa ?
ehm, apa ya? oke deh, aku mencoba karih bebeknya ^kayaknya enak^.
Rames ala aceh ini ternyata isinya adalah seporsi nasi,sambel,irisan timun, urap dan orek tempe pedes. karih bebeknya dipisah.

rasanya?
jangan ditanya. bebeknya renyah dan kuah karinya maknyus.(mungkin yang menyamai bebek serenyah ini hanyalah bebek bakar di lebak bulus ya..hehe)
intinya seporsi nasi tersebut tuntas dalam sekejap !

ehm..harga? lumayan. seporsi nasi bebek di bandrol Rp 27.000 (dohh..jd nggak jadi bawain kerumah ni, kantong pas2an)
tapi yang jelas, warung sederhana ini selain membawa makanan aceh yang beda, jelas enak banget. konon, disinilahpejabat2 aceh di jakarta sering mendiskusikan masalah 'dalam negeri aceh " termasuk GAM..(tidak heran, kemarin ada pengunjung yang meminjamkan buku " Gurita Cikeas" ke pemilik warung..ohhh rupanya politik sudah jadi barang biasa disini )

siiippppp...:)

No comments:

Post a Comment